Kekeringan Meluas, 20 Desa di Kabupaten Tangerang Krisis Air Bersih
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kekeringan ekstrem di Kabupaten Tangerang, Banten, menyebabkan krisis air bersih yang meluas. Hingga 30 Juli, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang mencatat setidaknya 20 desa di 10 kecamatan terdampak, dengan warga kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Di Kecamatan Panongan, ratusan warga mengantri untuk bantuan air bersih, sementara sumur mengering selama hampir tiga bulan, memaksa mereka berjalan sekitar satu kilometer untuk mengambil air. PMI mengerahkan mobil tangki, mendistribusikan rata-rata 10.000 liter per hari untuk lokasi jauh dan hingga 20.000 liter untuk lokasi dekat, dengan total hampir 200.000 liter telah disalurkan.
PMI berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan sumber air dan memperluas bantuan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menunjukkan lebih dari 20 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau ekstrem tahun ini. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menghemat air dan melaporkan wilayah yang membutuhkan bantuan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 11.16
Kemarau, Warga di Gunungkidul Jalan 2 Km 5 Kali Sehari untuk Angkut Air
Berita terkait
23 Kabupaten/Kota di Jabar Dilanda Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 09.00
Sungai Eropa Kritis, Adakah yang Bisa Diselamatkan?
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 13.46
Kekeringan Ancam 12 Kecamatan di Kabupaten Tangerang
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 17.07
Kementerian PU Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Halmahera Timur
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.25