Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kemarau, Warga di Gunungkidul Jalan 2 Km 5 Kali Sehari untuk Angkut Air

Kekeringan melanda Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, memaksa warga Dusun Duwet, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, berjalan 2 km ke mata air Kali Wonosari untuk mengambil air. Aktivitas "ngangsu banyu" ini dilakukan hingga lima kali sehari sejak Mei 2026, dimulai pukul 05.00 WIB. Warga seperti Wiwin (30) dan Wahyu (34) menggendong galon atau memodifikasi motor untuk mengangkut jeriken 30 liter. Air keruh dari mata air menjadi satu-satunya penopang kehidupan saat musim kemarau, sedangkan musim hujan kebutuhan air terpenuhi dari penampungan air hujan. Jaringan PDAM belum menjangkau seluruh permukiman, sehingga sebagian warga membeli air dari truk tangki.

Pemerintah melalui BPBD Gunungkidul telah menyalurkan 636.000 liter air bersih ke daerah terdampak. Kapanewon Tepus paling parah terdampak kekeringan, diikuti Rongkop. Di Tepus sudah didistribusikan 40 tangki air bersih, dan BPBD menunggu usulan tambahan untuk penyaluran lanjutan. Pemerintah Kapanewon masing-masing juga turut melakukan dropping air, meski data belum terkompilasi penuh.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait