Kemarau Ekstrem, 700 KK di Tigaraksa Tangerang Alami Krisis Air Bersih
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebanyak 700 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami krisis air bersih akibat kemarau ekstrem selama sekitar dua bulan. Pantauan CNN Indonesia di Desa Pasir Bolang menunjukkan puluhan warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Tangerang. Mayoritas warga yang datang adalah ibu rumah tangga dengan membawa galon dan wadah penampung air. Sumur gali yang menjadi sumber air warga mulai mengering, sehingga debit air terus menurun sejak musim kemarau melanda. Warga terpaksa membeli air galon seharga Rp15.000-Rp20.000 per hari untuk keperluan memasak, minum, dan MCK. Kapolsek Tigaraksa AKP I Made Artana menyatakan lima desa dan kelurahan terdampak kekeringan: Desa Kadu Agung, Margasari, Pasir Bolang, Pasir Nangka, dan Cileles. Pihak berwenang sedang melakukan pendataan warga terdampak dan memprediksi musim kemarau ekstrem akan berlangsung hingga Oktober 2026.
Bagikan
Berita terkait
10 Kecamatan di Tasikmalaya Krisis Air Bersih, BPBD Pasok 1,19 Juta Liter
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 18.04
Krisis Air Bersih di Purwakarta Meluas ke 55 Desa di 15 Kecamatan
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 18.00
Dampak El Nino di Klaten, 16.994 Warga 11 Desa Terdampak Kekeringan
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 21.39
14.809 Warga Lumajang Terdampak Krisis Air Bersih, BPBD Salurkan Bantuan di 191 Titik
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 11.06