Kemarau Ekstrem, 700 KK di Tigaraksa Tangerang Alami Krisis Air Bersih
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebanyak 700 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami krisis air bersih akibat kemarau ekstrem selama sekitar dua bulan. Pantauan CNN Indonesia di Desa Pasir Bolang menunjukkan puluhan warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Tangerang. Mayoritas warga yang datang adalah ibu rumah tangga dengan membawa galon dan wadah penampung air. Sumur gali yang menjadi sumber air warga mulai mengering, sehingga debit air terus menurun sejak musim kemarau melanda. Warga terpaksa membeli air galon seharga Rp15.000-Rp20.000 per hari untuk keperluan memasak, minum, dan MCK. Kapolsek Tigaraksa AKP I Made Artana menyatakan lima desa dan kelurahan terdampak kekeringan: Desa Kadu Agung, Margasari, Pasir Bolang, Pasir Nangka, dan Cileles. Pihak berwenang sedang melakukan pendataan warga terdampak dan memprediksi musim kemarau ekstrem akan berlangsung hingga Oktober 2026.
Bagikan
Berita terkait
Dampak Kekeringan Meluas, 13 Kecamatan di Tangerang Krisis Air Bersih
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 14.13
Trauma Gempa Flores, 50 KK di Selayar masih Bertahan di Perbukitan
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 07.02
Hilang 42 Hari, Pria di Cilegon Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 03.53
Lansia 81 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Jembatan Karimun Jawa Surabaya
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 18.00