Kemarau Panjang, Kasus ISPA di Kota Tasikmalaya Tembus 64.130 Orang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami peningkatan signifikan akibat kemarau panjang dan cuaca ekstrem. Data Dinas Kesehatan mencatat 64.130 pasien ISPA dari Januari hingga Agustus 2026, yang dirawat di RSUD Dr. Soekardjo dan puskesmas. Sekretaris Dinas Kesehatan Suryaningsih menjelaskan bahwa musim kemarau panjang meningkatkan partikel debu dan polusi udara, memicu gejala seperti batuk, flu, dan sulit bernapas. Kelompok balita dan anak-anak merupakan pasien paling rentan, namun sebagian besar pulih setelah penanganan medis.
Faktor pemicu utama melonjaknya kasus ISPA termasuk suhu tinggi, kekeringan udara, dan polusi seperti asap rokok. Gejala yang paling umum meliputi batuk, bersin, hidung meler, dan penurunan nafsu makan. Dinas Kesehatan menegaskan bahwa sebagian besar pasien dapat sembuh dengan perawatan yang tepat.
Untuk mencegah penyebaran ISPA, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mengimbau warga untuk selalu menggunakan masker saat berada di luar rumah, terutama di kondisi udara panas dan berdebu. Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga ditekankan sebagai langkah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 12 September 2026 pukul 11.59
Kualitas Udara di Kota Bogor Berstatus Sedang, Pasien ISPA meningkat
Berita terkait
Kasus ISPA di Kabupaten Tasikmalaya Tembus 97.629 Selama Kemarau 2026
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.58
Kabut Asap Karhutla, 3.028 Warga Pekanbaru Terserang ISPA
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.00
Yang Terbaru dari Penanganan Karhutla
kumparan · 11 September 2026 pukul 08.30
Kemenkes Catat 113.336 Kasus ISPA Imbas Karhutla
kumparan · 10 September 2026 pukul 19.51