Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Kemarau Panjang, Petani Jual Bongkahan Tanah untuk Bertahan Hidup

Sejumlah petani di Desa Ujungmanik, Cilacap, Jawa Tengah, terpaksa menjual bongkahan tanah (lungka) dari lahan pertaniannya karena lahan kering akibat kemarau panjang. Tanah yang dijual digunakan sebagai bahan pembangunan rumah (tanah uruk). Salah satu petani, Kholiq, menjual satu truk tanah dengan harga Rp140.000 untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tidak bisa mengandalkan hasil tanaman selama musim kemarau. Para petani mengaku keputusan ini sebag sebagai alternatif sumber pendapatan ketika lahan tidak bisa ditanami. Sopir truk Karsim Siswandi menyatakan bahwa permintaan tanah uruk meningkat saat kemarau, sehingga truknya dapat mengangkut hingga lima kali sehari ke berbagai desa. Kondisi kemarau diperkirakan akan berlanjut hingga akhir September 2026.

Berita terkait