Kemarau Panjang, Petani Jual Bongkahan Tanah untuk Bertahan Hidup
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejumlah petani di Desa Ujungmanik, Cilacap, Jawa Tengah, terpaksa menjual bongkahan tanah (lungka) dari lahan pertaniannya karena lahan kering akibat kemarau panjang. Tanah yang dijual digunakan sebagai bahan pembangunan rumah (tanah uruk). Salah satu petani, Kholiq, menjual satu truk tanah dengan harga Rp140.000 untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tidak bisa mengandalkan hasil tanaman selama musim kemarau. Para petani mengaku keputusan ini sebag sebagai alternatif sumber pendapatan ketika lahan tidak bisa ditanami. Sopir truk Karsim Siswandi menyatakan bahwa permintaan tanah uruk meningkat saat kemarau, sehingga truknya dapat mengangkut hingga lima kali sehari ke berbagai desa. Kondisi kemarau diperkirakan akan berlanjut hingga akhir September 2026.
Bagikan
Berita terkait
Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Selatan Jateng hingga 21 Agustus
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.33
BMKG: Kemarau di Jateng Selatan Berpotensi Hingga Oktober 2026 akibat El Nino
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 19.17
Investasi Data Center AI Rp82 Triliun Masuk Batang, Jawa Tengah Bidik Industri Teknologi Tinggi
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 18.30
15 Hektare Lahan di Kabupaten Buol Terbakar Akibat Cuaca Ekstrem
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 18.11