15 Hektare Lahan di Kabupaten Buol Terbakar Akibat Cuaca Ekstrem
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua desa di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, yakni Desa Pomayagon dan Desa Guamonial, Kecamatan Momunu. Peristiwa ini dipicu oleh cuaca panas ekstrem dan musim kemarau panjang, menghanguskan lahan seluas sekitar 15 hektare. Insiden ini pertama kali dilaporkan pada Rabu (9/9) pukul 09.36 WITA, dengan titik api diperkirakan mulai muncul sejak Selasa (8/9). Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, menyatakan bahwa pemicu pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, namun faktor cuaca yang ekstrem menjadi penyumbang utama. Meskipun area yang terdampak cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa atau pengungsi akibat kejadian ini. Dampaknya terbatas pada kerusakan vegetasi di lahan yang terkena. Sebagai respons, Tim BPBD Sulteng melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Buol. Tim gabungan yang melibatkan BPBD Kabupaten Buol, Polres Buol, dan unsur terkait lainnya turun ke lokasi untuk pemadaman masif. Situasi di lokasi kejadian akhir-akhir ini dinyatakan kondusif dengan titik api sudah padam, namun pemantauan tetap dilakukan mengingat cuaca yang masih panas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 16.59
DPR Soroti Penanganan Kebakaran Hutan dan Bencana yang Belum Terpadu
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 16.59
BNPB Ungkap Ada 1.730 Bencana Alam di Indonesia
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 13.31
Klaim Asuransi Umum Melonjak 17,3%, OJK Wanti-wanti Dampak Cuaca Ekstrem
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 11.06
54 Karhutla Terjadi di Ponorogo, Luas Area Terdampak Capai 189,11 Hektare
Berita terkait
Gunung Butak Kebakaran, Medan Terjal Jadi Kendala Petugas Padamkan Api
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 20.02
12 Rumah Warga Rusak Diterjang Banjir Bandang di Parimo Sulteng
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 12.00
Gempa Parigi Sulteng, 1 Warga Meninggal Diduga Serangan Jantung
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 11.40
Inggris Rapat Darurat, 2.800 Warga Meninggal-45 Juta Terdampak
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 16.50