Kematian Pelajar 14 Tahun di Banyumas Diselidiki, Polisi Lakukan Ekshumasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polresta Banyumas, Jawa Tengah, melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah pelajar berinisial SHAP (14) yang meninggal pada Sabtu (5/9). Kematian korban diduga dikaitkan dengan kekerasan. Ekshumasi dilakukan di Tempat Pemakaman Umum Desa Kembaran, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (9/9), dilanjutkan dengan autopsi untuk menentukan penyebab kematian. Kepala Satres PPA-PPO Polresta Banyumas, AKBP Sitowati, menyatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah korban menjadi korban kekerasan. Berdasarkan pemeriksaan lokasi kejadian dan keterangan saksi, penyidik menemukan dugaan kekerasan menggunakan bilah kayu atau balok. Namun, polisi masih menyelidiki apakah kekerasan tersebut langsung berkaitan dengan kematian korban. Satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan temuan penyelidikan dan dukungan sains forensik.
Bagikan
Berita terkait
Ungkap Penyebab Kematian, Polisi Ekshumasi Jasad Sutrimo Hari Ini di Banyumas
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 10.19
Menanti Penyebab Pasti Kematian Sutrimo
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 05.00
Hasil Pemeriksaan Dokter Forensik Terhadap Jenazah Sutrimo Keluar Pekan Ini
JawaPos · 25 Agustus 2026 pukul 09.46
Hasil Ekshumasi Jenazah Sutrimo Akan Diumumkan Sekitar 2 Pekan Lagi
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.56