Menanti Penyebab Pasti Kematian Sutrimo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322677/original/093611100_1786557522-WhatsApp_Image_2026-08-13_at_00.50.56__1_.jpeg)
Sutrimo, pria 42 tahun asal Banyumas, ditemukan meninggal di halaman Klinik Mordent, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026. Sejumlah waktu sebelumnya, ia ditemukan tidak sadarkan diri dengan mulut dan hidung mengeluarkan buih. Ia dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring namun tidak terselamatkan. Sejak kematiannya, penyebab pasti meninggalnya Sutrimo masih menjadi misteri. Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi pada 12 Agustus 2026 untuk mencari petunjuk medis. Tim forensik masih menunggu hasil laboratorium termasuk toksikologi, histopatologi, dan analisis DNA. Kendala utama adalah kondisi jenazah yang sudah lama dimakamkan sehingga mempengaruhi akurasi pemeriksaan. Penyidikan dilatarbelakangi dua laporan masyarakat dan ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Hingga kini, 27 saksi telah diperiksa. Keluarga Sutrimo juga meminta informasi mengenai ponsel miliknya yang belum ditemukan, mengingat pentingnya barang tersebut sebagai bukti digital. Surat permohonan SP2HP telah disampaikan untuk memantau progres hasil ekshumasi dan penyelidikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 17.38
Keluarga Sutrimo Datangi Polda Metro Jaya, Minta Kepastian Hasil Ekshumasi
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 14.45
Sambangi Polda Metro Jaya, Kuasa Hukum Keluarga Sutrimo Minta SP2HP dan Pertanyakan Hasil Ekshumasi
Berita terkait
Hasil Ekshumasi Jenazah Sutrimo Akan Diumumkan Sekitar 2 Pekan Lagi
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.56
Polisi Siapkan Ekshumasi untuk Mengungkap Penyebab Kematian Sutrimo Karumga Febrie
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 16.23
Polisi Akan Periksa Dokter yang Pertama Tangani Sutrimo
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 19.23
Kabar Terbaru Penyelidikan Kematian Sutrimo
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 16.31