Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Kemdiktisaintek Dorong Hilirisasi Riset Chip Paspor Elektronik melalui Kolaborasi ITB dan PERURI

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi semikonduktor nasional melalui kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PERURI dalam pengembangan chip paspor elektronik. Proyek ini merupakan bagian dari upaya penguasaan teknologi secure integrated circuit (secure IC) dan pengembangan kapasitas nasional untuk kebutuhan strategis. Direktur Jenderlal Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman menekankan pentingnya mengarahkan pengembangan semikonduktor tidak hanya pada penelitian, tetapi juga pada pemanfaatan hasil hingga dapat masuk ke rantai pasok global. Tujuannya adalah agar Indonesia beralih dari pengguna menjadi pengembang teknologi dan menjadi bagian dari global supply chain.

Dalam agenda laporan dan demo prototipe chip paspor elektronik 2025–2026 di ITB, kolaborasi ini menekankan bahwa meskipun prototipe sudah siap, produksi komersial masih memerlukan tahapan seperti pengujian komprehensif dan sertifikasi. Sertifikasi diperlukan tidak hanya untuk chip, tetapi juga untuk sistem operasi dan aplikasi pendukungnya, mengingat tuntutan keamanan tinggi pada teknologi e-paspor. Kemdiktisaintek juga membuka dukungan untuk pengembangan teknologi yang memiliki kebutuhan industri dan off-taker yang jelas.

Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini sebagai buah kerja keras dan komitmen bersama untuk membangun kemampuan teknologi nasional. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan teknologi nasional membutuhkan kemauan untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan. Proyek ini diikuti oleh jajaran pimpinan, peneliti, dan tim ITB serta PERURI bersama Kemdiktisaintek sebagai momentum memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dan industri dalam melanjutkan pengembangan teknologi chip paspor elektronik.

Berita terkait