Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Kemenkes: "Burnout" nakes berisiko ganggu keselamatan pasien

Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa kesehatan mental tenaga kesehatan (nakes) berperan penting dalam menentukan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien, terutama di tengah meningkatnya tekanan pada sistem kesehatan. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menyampaikan bahwa data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan 63 persen nakes pernah mengalami kekerasan verbal di tempat kerja, sementara 17 hingga 32 persen mengalami burnout. Kondisi ini berisiko meningkatkan kesalahan medis dan menghambat pemulihan pasien karena komunikasi yang terganggu akibat kelelahan atau trauma pada nakes.

Survei terhadap 1.178 nakes di Indonesia pada 2021 mengungkapkan bahwa 39 persen dokter umum dan 36 persen residen mengalami keletihan ekonomi yang tinggi. Selain itu, 36 persen residen dan 20 persen dokter umum mengalami penurunan empati yang signifikan. Dengan lebih dari 2,2 juta tenaga kesehatan di Indonesia, Kemenkes menekankan perlunya perlindungan kesehatan jiwa nakes secara komprehensif melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.

Upaya yang disarankan mencakup penciptaan lingkungan kerja yang suportif, peningkatan literasi kesehatan jiwa, dorongan untuk mencari bantuan, serta akses ke layanan konseling yang aman dan rahasia. Pengelolaan risiko psikososial seperti beban kerja berlebihan, pola shift, kekerasan di tempat kerja, dan dukungan tim juga perlu diperhatikan. Perlindungan hukum dan jaminan agar nakes dapat bekerja sesuai kompetensi dinilai penting untuk mengurangi tekanan moral dan rasa takut. Kemenkes menegaskan bahwa keselamatan pasien tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan tenaga kesehatan yang merawatnya.

Berita terkait