Ketika Dunia Kerja Berubah dan Tekanan Bertambah, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perubahan dunia kerja yang cepat, seperti adaptasi teknologi, pola kerja baru, dan ketidakpastian karier, meningkatkan tekanan pada pekerja. Menurut World Health Organization (WHO), pekerjaan yang layak dapat memberikan manfaat seperti penghasilan, rutinitas, dan hubungan sosial. Namun, beban kerja berlebihan, jam kerja panjang, dan ketidakamanan pekerjaan menjadi faktor risiko bagi kesehatan mental. Jika tidak dikelola, tekanan ini dapat berkembang menjadi stres kronis dan burnout, yang ditandai oleh kelelahan, sikap negatif terhadap pekerjaan, dan penurunan produktivitas.
American Psychological Association (APA) menyatakan bahwa ketidakpastian dunia kerja, seperti perubahan ekonomi dan teknologi, membuat sebagian pekerja merasa tidak aman dan khawatir akan keberlangsungan pekerjaan. Penelitian APA pada Juli 2026 menunjukkan bahwa kemampuan menerima ketidakpastian karier berkaitan dengan rasa puas dan keterlibatan yang lebih tinggi di tempat kerja. Namun, jika rasa tidak aman dan tekanan berlangsung lama, pekerja mungkin mengalami penurunan motivasi, kesulitan berkonsentrasi, dan merasa pekerjaan tidak lagi bermakna.
Untuk menjaga kesehatan mental, penting untuk mengenali tanda-tanda kelelahan, menjaga waktu pemulihan, dan mencari dukungan saat beban terasa berlebihan. Pekerjaan tidak harus menjadi satu-satunya ukuran diri; ada kehidupan, relasi, dan tujuan lain yang mendukung kesejahteraan pribadi.
Bagikan
Berita terkait
5 Makanan Tinggi Kandungan Kortisol untuk Mengatasi Stres
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 05.50
Studi Sebut Kelamaan Online Bisa Bikin Bad Mood dan Stres
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 10.25
Menghabiskan Waktu Lama di Internet Punya Dampak Buruk, Ini Faktanya
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 11.33
Kapal Induk AS Dikerahkan 240 Hari Tanpa Henti, Personel AS Disebut Hadapi Tekanan Berat
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.39