Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kemenperin perkuat pengelolaan kemasan untuk pacu industri hijau

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pengelolaan kemasan pascakonsumsi sebagai bagian dari upaya mengakselerasi transformasi industri hijau di sektor manufaktur. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan penerapan industri hijau menjadi strategi penting untuk pertumbuhan berkelanjutan dan daya saing global. Transformasi ini tidak hanya menargetkan net zero emission (NZE) sektor industri pada 2050, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.

Kemenperin telah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk subsektor manufaktur prioritas, termasuk industri makanan dan minuman. Berdasarkan kajian Sustainable Waste Indonesia, plastik yang paling banyak digunakan secara nasional adalah polipropilen (PP) sebesar 36 persen, low-density polyethylene (LDPE) 17 persen, high-density polyethylene (HDPE) 14 persen, dan polyethylene terephthalate (PET) 9 persen. Produksi limbah botol PET nasional diperkirakan mencapai 435 ribu ton per tahun, dengan 307 ribu ton berhasil dikumpulkan kembali, menghasilkan tingkat daur ulang sekitar 71 persen—menunjukkan potensi nilai ekonomi yang signifikan dalam rantai industri daur ulang.

Sebagai langkah konkret, Kemenperin menggelar workshop pembinaan implementasi industri hijau dan ekonomi sirkular bagi industri minuman. Workshop ini bertujuan memetakan praktik yang telah dijalankan, mengidentifikasi tantangan, dan memperkuat kolaborasi. Hasilnya akan ditindaklanjuti melalui program pendampingan industri bersama tenaga ahli sebelum dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan dan rencana aksi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait