Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Kemenpora Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas Bersama NPC Indonesia

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan komitmennya untuk mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi atlet disabilitas melalui kolaborasi dengan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPC Indonesia). Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menyatakan bahwa dukungan pemerintah mencakup persiapan multievent hingga kejuaraan internasional. Pencapaian nyata terlihat dari kontribusi atlet Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand, yang berhasil meraih 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu, jauh melampaui target awal sebesar 82 emas. Surono juga menegaskan pengakuan terhadap Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) sesuai pengakuan dari International Committee of Sports for the Deaf (ICSD), sekaligus menekankan pentingnya dukungan melalui organisasi yang memiliki legitimasi internasional. Dukungan pemerintah juga mencakup fasilitas Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah, pembiayaan kejuaraan internasional, dan bonus bagi atlet berprestasi. Setiap kejuaraan internasional diintegrasikan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang, termasuk untuk mengumpulkan poin dan peringkat menuju kualifikasi Paralimpiade. Program ini juga mendukung pengembangan atlet dari berbagai pelosok, termasuk melalui kegiatan seperti IEE Fun & Charity Run 2025 yang diikuti oleh 400 pelari, termasuk lebih dari 10 atlet disabilitas. Kontingen Tuli Indonesia (KTI) juga disiapkan untuk menghadiri 2nd Southeast Asia (SEA) Deaf Games 2025 di Jakarta. Di sisi lain, Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyoroti dugaan intimidasi terhadap sejumlah atlet disabilitas di Kabupaten Bekasi. Reda Manthovani, sebagai Chef de Mission pada Paralimpiade Paris 2024, mendukung penuh program pencarian atlet di seluruh Tanah Air.

Berita terkait