Kementerian Perang AS Sebut RI-Israel, Sebut Proyek Rp 2.000 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perang AS mengumumkan kontrak senilai US$131,23 miliar (Rp2,322 triliun) kepada Boeing Co. untuk pengembangan, modernisasi, dan pemeliharaan jet tempur F-15 Eagle. Kontrak ini mencakup produksi, integrasi sistem, retrofit, serta pembentukan kemampuan pemeliharaan depo organik. Selain kebutuhan militer AS, proyek juga mencakup Penjualan Militer Asing (FMS) ke negara seperti Indonesia, Jepang, Israel, Arab Saudi, Korea Selatan, Singapura, dan Polandia. Pekerjaan dilakukan di St. Louis, Missouri, dengan periode berlangsung hingga Agustus 2037 dan periode pemesanan berakhir pada 24 Agustus 2031. Di tahun fiskal 2026, dana penelitian, pengembangan, dan evaluasi sebesar US$343,74 ribu (Rp6,08 miliar) telah dialokasikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 09.51
AS Siapkan 267 Jet Tempur F-15EX, Mengapa Incar Indonesia hingga Israel Jadi Calon Pembeli?
Berita terkait
Korsel Buka-bukaan Kerja Sama Pertahanan dengan RI Usai Proyek KF-21
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.20
Respons Sjafrie soal Menhan China Sebut RI-China Senasib Lawan Asing
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 19.34
Menhan China: RI-China Senasib, Kami Sama-sama Gagalkan Niat Jahat Asing
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 11.58
Menhan Sjafrie Terima Kunjungan Menhan RRC, Bahas Kerja Sama Pertahanan
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 11.46