Kementerian PU Bangun Jembatan Rusak di Flores Lebih Tahan Gempa, Terapkan Metode Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat rehabilitasi Jembatan Wae Pesi di Kabupaten Manggarai dan Jembatan Wae Dampek di Kabupaten Manggarai Timur di Pulau Flores dengan prinsip build back better agar lebih tahan gempa. Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi kerusakan pada kedua jembatan tersebut, termasuk oprit jembatan, expansion joint, dan daerah aliran sungai (DAS). Jembatan Wae Pesi dianggap paling parah rusaknya, sehingga Kementerian PU mempercepat persiapan dengan mendatarkan peralatan dari Jakarta, dengan target mulai rehabilitasi paling lambat pertengahan September 2026.
Ruas jalan nasional di Pulau Flores terdampak gempa secara signifikan. Data per 20 Agustus 2026 mencatat 11 ruas jalan nasional terdampak, dengan 64 titik longsoran, tujuh titik patahan badan jalan, dan 14 unit jembatan serta deuker rusak. Untuk memulihkan mobilitas, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah memobilisasi 12 unit excavator, empat unit loader, dan jembatan bailey dari Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan.
Dody menekankan bahwa rehabilitasi tidak hanya fokus pada pemulihan fungsi, tetapi juga peningkatan ketahanan terhadap gempa. Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya memastikan infrastruktur di Flores tidak hanya kembali berfungsi, tetapi juga lebih adaptif terhadap karakter wilayah dan siap menghadapi bencana serupa di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
28 Bangunan Gedung RSUD Ende Dinyatakan Aman Pascagempa, Pemulihan Layanan Kesehatan Bertahap
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 15.01
Kementerian PU Bergerak Tangani 1.229 Lokasi Kekeringan dan Kebahkaran Hutan
VOI · 23 Agustus 2026 pukul 10.05
Akses Jalan yang Longsor di Pulau Palue NTT Sudah Bisa Dilewati Lagi
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 16.15
Gempa-Tsunami Landa NTT, Kementerian PU: Pembukaan Akses Jalan Jadi Prioritas
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 17.31