Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kementerian PU pantau infrastruktur sumber daya air di NTT pascagempa

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan pemantauan dan penanganan infrastruktur sumber daya air di Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus. Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajarannya untuk memastikan infrastruktur tetap aman dan layanan dasar masyarakat terjaga, dengan keselamatan warga sebagai prioritas utama. Selain mengerahkan alat berat untuk longsoran di ruas jalan nasional, Kementerian PU juga memperkuat pengawasan terhadap bendungan, sungai, jaringan irigasi, dan layanan air minum.

Pemeriksaan awal Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II menyatakan Bendungan Raknamo, Bendungan Tilong, Bendungan Lokojange, dan Bendungan Rotiklot dalam kondisi aman. Pemeriksaan visual pada tubuh bendungan, puncak, spillway, bangunan pendukung, dan area sekitar tidak menunjukkan perubahan akibat gempa. Dampak ditemukan pada saluran irigasi Bendung Wae Laku di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, yang tertutup material longsoran berupa tanah, batuan, dan vegetasi. Tebing yang terjal dan material lepas masih berpotensi longsor susulan, terutama saat hujan intensitas tinggi.

Longsoran di sejumlah titik, termasuk Manggarai, juga menutup alur sungai dan mengganggu sistem penyediaan air minum sehingga air yang dialirkan menjadi keruh. Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian PU memperkuat tim lapangan dan mengirim Direktur Jenderal Sumber Daya Air bersama Balai Teknik Sungai. Tangki-tangki air disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, dengan distribusi dikoordinasikan bersama pemerintah daerah. Pemantauan lanjutan terhadap jaringan irigasi terus dilakukan dengan mempertimbangkan potensi gempa susulan dan keselamatan petugas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait