Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kemlu: Kapasitas Nasional Dimaksimalkan untuk Tangani Gempa NTT, Bantuan Asing belum Diperlukan

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa pemerintah Indonesia saat ini masih memprioritaskan penggunaan kapasitas dan sumber daya nasional untuk menanggulangi dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Oleh karena itu, bantuan dari pihak asing dinilai belum diperlukan untuk saat ini. Juru Bicera Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi melalui kekuatan domestik. Meski belum membuka pintu bagi bantuan internasional, Indonesia tetap menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian dan solidaritas dari negara-negara sahabat yang telah menawarkan bantuan.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban tewas akibat gempa yang terjadi pada 15 Agustus kini mencapai 71 orang. Hingga Selasa (18/8) pukul 18.00 WIB, total bantuan domestik yang terkirim mencapai 398 ton, dengan 165 ton logistik dikirimkan melalui jalur udara untuk mempercepat penanganan di wilayah-wilayah sulit dijangkau. Pemerintah juga mengirimkan tim SAR gabungan, personel Brimob, serta bantuan pangan dan obat-obatan ke lokasi bencana.

BMKG mencatat 3.055 gempa susulan pascagempa M7,7 di Flores, dan memperkirakan aktivitas kegempaa butuh waktu 3-4 minggu untuk meluruh. Beberapa pihak, termasuk pemerintah Tiongkok, telah menyatakan kesediaan untuk memberikan bantuan, namun hal ini mas masih dalam tahap pembahasan. PT Telkom Indonesia berhasil memulihkan 100% layanan telekomunikasi dan digital yang terdampak, sementara Perum Bulog menyiapkan tambahan 40 ribu ton beras untuk memperkuat stok pangan selama masa tanggap darurat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait