Kemlu RI Ungkap Negosiasi Deklarasi BRICS Alot: Begadang Sampai Pagi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengungkapkan bahwa proses negosiasi Deklarasi BRICS di New Delhi, India, berjalan cukup alot. Staf Khusus Menteri Luar Negeri Tri Tharyat menjelaskan bahwa penyusunan deklarasi memakan waktu dalam 10 putaran perundingan, dengan para delegasi terpaksa begadang hingga dini hari, bahkan sampai pukul 05.30 dan 02.30 di beberapa malamnya. Perundingan berjalan ketat hingga setengah jam sebelum pembukaan KTT dimulai. Alotnya proses ini dipengaruhi oleh dinamika antarnegara anggota BRICS, khususnya sengketa antara Iran dan Uni Emirat Arab (UEA). Akhirnya, deklarasi disepakati dengan 140 paragraf, yang mencerminkan beberapa usulan dari Indonesia. Di antaranya, Konferensi Bandung dan Bandung Spirit berhasil dimasukkan dalam deklarasi untuk pertama kalinya. Indonesia juga berhasil mendorong kerja sama dalam penanganan mineral kritis, pengembangan minyak nabati berkelanjutan, dan energi terbarukan. Selain itu, isu kemerdekaan Palestina dan penyelundupan wilayah secara ilegal di Palestina juga mendapat perhatian serius dalam deklarasi tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.40
Indonesia Bakal Gabung Bank Pembangunan BRICS, Ini Update Terbarunya
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 20.50
Sugiono Bawa "Oleh-Oleh" India, Sebut Pentingnya RI Hadir di BRICS
Berita terkait
BRICS, jalan Indonesia menegaskan ruang gerak global
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 14.21
Perdagangan BRICS US$1,2 Triliun, CORE: Sulit Jadi Daya Tawar Tekanan AS
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.13
Palestina Sambut Deklarasi BRICS, Desak Dunia Hentikan Israel
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 13.02
RI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dalam Forum BRICS
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 07.25