Perdagangan BRICS US$1,2 Triliun, CORE: Sulit Jadi Daya Tawar Tekanan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai perdagangan BRICS mencapai US$1,2 triliun, namun Direktur CORE Mohammad Faisal menilai besarnya nilai ini belum cukup untuk menjadi daya tawar Indonesia menghadapi tekanan tarif AS. Faisal menyatakan AS cenderung tidak peduli terhadap kepentingan negara mitra, sehingga Indonesia perlu lebih dari sekadar nilai perdagangan untuk memperkuat negosiasi. Di luar negosiasi dengan AS, BRICS bisa menjadi alternatif untuk menyikapi disrupsi ekonomi global. Putin menekankan kemandirian ekonomi BRICS dari tekanan eksternal, sekaligus menyebut 11 negara anggota memiliki mekanisme pergerakan barang, jasa, dan modal yang tidak bergantung pada kondisi pasar eksternal. Indonesia resmi bergabung BRICS pada 2025 dan menyatakan dukungan pada ketahanan pangan global serta industrialisasi bersama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 15.00
Indonesia Dorong Tata Kelola Perdagangan Lebih Adil di KTT BRICS India
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 14.21
BRICS, jalan Indonesia menegaskan ruang gerak global
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 07.25
RI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dalam Forum BRICS
Detik.com · 13 September 2026 pukul 22.00
Ekonomi Global Tak Baik-baik Saja, RI Dorong Negara Berkembang Aktif Negosiasi
Berita terkait
Prabowo Sebut BRICS Punya Modal Besar untuk Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 17.30
Airlangga: Negara Berkembang Harus Ikut Tentukan Aturan Ekonomi Global
kumparan · 13 September 2026 pukul 12.25
Prabowo hadiri KTT BRICS sebagai anggota penuh
ANTARA News · 12 September 2026 pukul 10.48
BRICS Tolak Penerapan Sanksi Sepihak
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.41