Kemnaker Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mentransformasi Balai Keselaman dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh Indonesia agar menjadi garda terdepan dalam pencegahan kecelakaan kerja. Transformasi ini mengubah fokus Balai K3 dari laboratorium, administrasi, dan sertifikasi ke pendekatan yang lebih proaktif melalui edukasi, pendampingan, dan intervensi langsung kepada perusahaan. Hal ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat mengunjungi Balai K3 Bandung pada Jumat, 7 Agustus 2026. Menurut Menaker, pendekatan baru bertujuan untuk mencegah kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) sejak dini sehingga risiko dapat diminimalisir. Sebelumnya, Balai K3 lebih banyak fokus pada penerimaan PNBP melalui pengujian laboratorium dan sertifikasi. Kini, fungsi utamanya bergeser ke arah promotif dan preventif, yaitu memberikan edukasi dan bimbingan sebelum dilakukan pengawasan atau tindakan hukum. Untuk mendukung transformasi ini, Balai K3 akan memanfaatkan dua instrumen utama: Norma 100 dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang dapat membantu perusahaan menurunkan risiko kecelakaan kerja secara signifikan.
Bagikan
Berita terkait
Kemnaker Siapkan Talenta Muda Mampu Bangun Startup Berbasis Inovasi Lewat Program TIDP
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 08.32
Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta Orang, Kemnaker Ungkap Biang Keroknya
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 17.03
Jumlah Penganggur Terdidik Lumayan Banyak, Kemnaker Ungkap Penyebabnya
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 15.30
Penerapan K3 yang Benar Kunci Tingkatkan Loyalitas dan Produktivitas Sawit
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 01.20