Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kenapa Harga Beras Naik dan Jadi Penyumbang Inflasi 7 Bulan Beruntun?

Harga beras di Indonesia terus naik selama tujuh bulan berturut-turut dari Januari hingga Juli 2026, menjadikannya penyumbang inflasi konsisten meskipun berada dalam masa panen raya Februari-Mei. Berdasarkan data BPS, pada pekan pertama Agustus 2026 harga rata-rata nasional beras di tingkat konsumen mencapai Rp 15.545 per kg, melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium Rp 13.500 per kg dan premium Rp 14.900 per kg di zona I.

Kenaikan terjadi di seluruh rantai pasok. Dari Juni ke Juli 2026, harga beras naik 0,94% di tingkat penggilingan, 0,41% di grosir, dan 0,49% di eceran. Secara tahunan, kenaikan masing-masing 5,11%, 4,11%, dan 3,10%. Persentase kenaikan bulanan memang kecil, tetapi konsistensinya selama tujuh bulan tanpa jeda menjadi kejutan, terutama karena produksi beras melimpah saat panen raya seharusnya menekan harga turun.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mengapa harga tetap naik meskipun stok BULOG per 9 Agustus 2026 tercatat 5,25 juta ton dan Indonesia disebut kembali swasembada beras sejak 2025. Para pegiat dan pakar pertanian menilai terdapat faktor-faktor di luar ketersediaan pasokan yang mendorong kenaikan harga secara berkelanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait