Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kepala BMKG Ingatkan Bahaya El Nino, Pernah Bikin Inflasi "Meledak"

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan bahwa El Nino tidak hanya memengaruhi cuaca, tetapi juga berpotensi memicu tekanan inflasi melalui gangguan pada sektor pangan, sumber daya air, energi, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). El Nino tahun ini disebut telah masuk kategori kuat dan berpotensi menjadi sangat kuat, sehingga musim kemarau diprediksi lebih kering dan lebih panjang. Dampaknya mencakup penurunan produksi pangan dan terganggunya kalender tanam, berkurangnya ketersediaan air baku, menurunnya kapasitas waduk, serta terganggunya jaringan irigasi. BMKG mencatat, El Nino sangat kuat pada 2015 menyebabkan karhutla seluas sekitar 2,4 juta hektare dan inflasi 6%-7%. Pada El Nino 2019, luas karhutla turun hampir separuh dengan inflasi 2,72%. Sementara pada El Nino kuat 2023, kebakaran masih melampaui 1 juta hektare dengan inflasi sekitar 1,8%. Untuk mencegah dampak, pemerintah kini menerapkan pendekatan pencegahan lebih awal, bukan sekadar pemadaman setelah kebakaran. BMKG bersama BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menjaga kelembapan lahan gambut jika muka air tanah kurang dari 1 meter, dan bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengisi waduk di Pulau Jawa guna menjaga pasokan air baku, irigasi, dan PLTA. Faisal menegaskan persiapan ini telah berlangsung berbulan-bulan, jauh sebelum rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pekan lalu.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait