Menhut Sebut El Nino 2026 Sangat Kuat, Lebih Tinggi dari 2015
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan El Nino 2026 lebih kuat daripada tahun 2015, dengan indeks Nino 3.4 mencapai +2,75 yang menandakan suhu laut Pasifik lebih hangat dan berpotensi menurunkan curah hujan di Indonesia. BMKG memprediksi kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) akan memasuki fase pada September-November 2026, memperparah kemarau. Antoni menekankan kondisi cuaca yang panas dan kering meningkatkan risiko karhutla, seperti yang terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan pada 16 Agustus 2026. Pemerintah memperkuat koordinasi dengan BMKG dan mengharap masyarakat serta korporasi tidak melakukan pembakaran lahan serta membuang putung rokok sembarangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.48
Video: Karhutla Ancam Sumatra - Kalimantan, Pengusaha Hutan Waspada!
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 23.57
Karhutla 2026 Capai 202 Ribu Hektare, Menhut Soroti El Nino Datang Lebih Cepat
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 06.45
Pray for Kalimantan Menggema, Warganet Ngeri Lihat Peta Penuh Titik Merah
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 02.16
Menhut Raja Juli Antoni Sebut Peringatan Dini BMKG Jadi Bekal Hadapi Karhutla
Berita terkait
El Nino Masih Berlangsung, Menhut Ingatkan Ancaman Karhutla Belum Berakhir
JawaPos · 16 September 2026 pukul 20.30
BMKG Wanti-wanti September Masih Fase Kritis Karhutla
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 14.25
El Nino Masih Panjang, BMKG: Masa-masa Paling Berat Terasa Sampai September
JawaPos · 7 September 2026 pukul 16.30
Kebakaran Hutan Bisa Diantisipasi Jika Pemerintah Tidak Abaikan Data Ilmiah
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 22.18