Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kepala BNPB: Korban Tewas Jadi 78 Jiwa, Presiden Sudah Kirim 411 Ton Bantuan

Gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan 78 orang tewas dan 953 orang luka hingga 20 Agustus 2026. Sekitar 95.871 jiwa mengungsi, sebagian besar secara mandiri. BNPB mencatat 36.163 unit rumah rusak, dengan 14.259 rusak berat, 11.154 rusak sedang, dan 10.750 rusak ringan. Pemerintah mengirimkan 411 ton bantuan dari 15 hingga 19 Agustus 2026, termasuk 5.000 paket sembako ke Posko Maumere dan 2.900 paket ke Posko Labuan Bajo pada 19 Agustus. Distribusi dilakukan melalui jalur udara (72,77 ton) dan laut, dengan KRI Bung Hatta dan KRI dr. Soeharso turun langsung ke lokasi terdampan.

Beberapa tantangan masih dihadapi, seperti krisis air bersih dan listrik di posko pengungsian, termasuk di Posko Reo, Kabupaten Manggarai. Akibat minimnya air bersih, anak-anak terdampak paling rentan. Pengungsi juga terpaksa menggunakan senter ponsel di malam hari akibat tidak adanya listrik. Beberapa warga membangun tenda atau posko darurat sendiri karena keterbatasan fasilitas yang tersedia. Untuk menjawab kebutuhan, 882 unit tenda (215 tenda pengungsi 6×12 dan 667 tenda keluarga 4×4) serta dua unit rumah sakit lapangan telah disiapkan.

BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan pemerintah daerah terus mendistribusikan bantuan ke wilayah terisolir. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung kondisi di Sikka, Ngada, Nagekeo, dan Ende untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan mendengarkan kebutuhan warga secara langsung.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait