Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BNPB: Korban meninggal akibat gempa NTT bertambah, jadi 100 orang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 100 orang. Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan penambahan angka tersebut terutama disebabkan banyaknya korban luka berat yang tidak tertolong meski dirawat di fasilitas kesehatan. Selain korban meninggal, bencana ini juga menyebabkan 1.603 orang mengalami luka dan 180.327 orang harus mengungsi. Suharyanto menyampaikan kekhawatirannya terkait hoaks mengenai potensi tsunami susulan yang memicu panik warga dan pembentukan pengungsian mandiri di lokasi strategis seperti perbukitan. Ia memastikan bahwa setiap pagi, instansi terkait termasuk Kepala BMKG selalu memperbarui informasi seismik, dan dalam delapan hari pascagempa tidak tercatat gempa susulan melebihi magnitudo gempa utama. BNPB juga merilis data BMKG yang mencatat 6.409 gempa susulan hingga pukul 05.00 WIB hari ke-8, dengan gempa terbesar bermagnitudo 6,2 dan 33 gempa dengan magnitudo 5 atau lebih. Dari total gempa tersebut, 139 kali dirasakan oleh masyarakat. BNPB memproyeksikan aktivitas gempa susulan akan berlangsung selama tiga hingga empat minggu hingga lempeng bumi stabil, namun trennya diperkirakan akan menurun. Pemerintah daerah tetap berkomitmen menyalurkan logistik ke pengungsi mandiri menggunakan kendaraan kecil hingga berjalan kaki menembus perbukitan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait