Jakarta · Rabu, 7 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Kepala BRIN Bawa Visi Besar Prabowo soal IPTEK di STS Forum Kyoto

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria memaparkan visi Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya penguatan sains dan teknologi dalam forum Science and Technology in Society (STS Forum) di Kyoto, Jepang. Arif menegaskan bahwa kemajuan bangsa ditentukan oleh kemampuan menguasai sains dan teknologi, sehingga penguatan kapasitas ilmiah nasional diperlukan sebagai fondasi pembangunan dan untuk meningkatkan daya saing serta ketahanan nasional. Namun, ia menekankan bahwa penguatan kemampuan nasional tidak berarti harus mandiri, karena sains pada dasarnya melintasi batas negara akibat globalisasi pengetahuan, data, dan infrastruktur riset. Dalam sesi panel bertajuk 'The Future of Science Diplomacy: Bump or Fork?', Arif menyampaikan tiga pemikiran dari perspektif Indonesia. Pertama, diplomasi sains harus tetap menjadi instrumen membangun kepercayaan dan kerja sama internasional meski ketegangan geopolitik meningkat. Kedua, diplomasi sains perlu menjadi lebih tangguh, resiprokal, dan inklusif agar negara berkembang tidak hanya menjadi sumber data atau penerima teknologi, tetapi juga pencipta pengetahuan. Ketiga, diplomasi sains harus dibangun melalui jejaring yang saling terhubung, mulai dari kerja sama bilateral hingga mobilitas peneliti. Arif menegaskan bahwa masa depan diplomasi sains tidak harus memilih antara keterbukaan penuh dan fragmentasi. Indonesia mendukung pendekatan yang memungkinkan negara dengan tingkat pembangunan berbeda untuk bekolaborasi sekaligus menjaga kedaulatan teknologi dan kepentingan nasional. Visi ini selaras dengan upaya memperkuat kemampuan ilmiah nasional sekaligus memperdalam kerja sama internasional demi kemajuan bersama.

Berita terkait