Keracunan Terulang, HNW Desak Evaluasi Menyeluruh MBG & Sanksi Hukum Keras
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta pemerintah mengevaluasi ulang program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat terus terulangnya dugaan keracunan anak sekolah dan santri. Beberapa kasus melibatkan ratusan korban di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo, SMAN 1 Lasem Rembang, hingga Tana Toraja. HNW mendesak sanksi hukum tegas bagi pihak SPPG yang lalai, sekaligus penegakan hukum yang konsisten agar keselamatan anak menjadi prioritas. Menurut data JPPI, total korban keracunan MBG sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 15.735 orang. Survei menunjukkan 44,6% publik mendukung penghentian sementara program ini, sementara 41,7% anak sering membuang makanan gratis. HNW menegaskan perlunya perlindungan anak sesuai konstitusi dan Undang-Undang Perlindungan Anak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 4 September 2026 pukul 16.28
Wamenkes Nilai Ribuan Siswa Keracunan MBG Bukan KLB: Hanya Sebagian Populasi
kumparan · 4 September 2026 pukul 16.15
Kemenkes Kaji Banyaknya Keracunan MBG, Akan Beri Masukan ke BGN
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 14.17
Bos BGN Buka Hasil Investigasi Sementara Keracunan MBG di Sidoarjo
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 14.09
256 Siswa SMP di Jombanf Diduga Keracunan MBG, 7 Dirawat Intensif
Berita terkait
Legislator Golkar Minta BGN Evaluasi Keracunan MBG: Tanggung Jawab
Detik.com · 3 September 2026 pukul 18.10
BGN Copot Kepala SPPG Kalitengah Sidoarjo Usai 730 Santri Keracunan MBG
Detik.com · 4 September 2026 pukul 14.42
Buntut Keracunan MBG di Sidoarjo, Kepala SPPG Kalitengah Dicopot BGN
JawaPos · 4 September 2026 pukul 13.46
Kasus Keracunan MBG Sidoarjo, Zulhas: Pecat kalau Sengaja
Detik.com · 4 September 2026 pukul 12.56