Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Ketahanan Pangan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Ketahanan pangan menjadi fondasi penting bagi kedaulatan dan ketahanan nasional Indonesia, sebagaimana disampaikan oleh Guru Besar Agribisbis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha, dalam Simposium Nasional “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa” di Senayan, Rabu (9/9). Menurut Achmad, pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi prasyarat mutlak ketahanan nasional karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa ketidakmampuan membangun kemandirian pangan dapat menimbulkan kerentanan serius, terutama di tengah tantangan geopolitik global, perubahan iklim, dan gangguan rantai pasok internasional.

Empat pilar kunci ketahanan pangan yang perlu ditinguhi adalah ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas. Dengan lebih dari 280 juta penduduk dan karakteristik ekologi kepulauan yang beragam, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memastikan kebutuhan pangan terpenuhi. Oleh karena itu, keberhasilan ketahanan pangan harus diukur tidak hanya dari tingkat nasional, tetapi juga hingga ke wilayah kabupaten/kota dan tingkat rumah tangga.

Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan, termasuk target swasembada bawang putih dalam tiga tahun. Upaya ini mencakup hilirisasi pertanian, swasembada energi, dan integrasi dengan program seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bahan bakuutannya dapat berasal dari petani dan nelayan lokal. Penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, petani, dan media serta digitalisasi sistem pangan juga menjadi bagian penting strategi tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait