Keterlibatan Perguruan Tinggi Harus Percepat Transisi Industri Hijau Berkelanjutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perguruan tinggi di Indonesia diminta untuk terlibat aktif dalam mempercepat transisi menuju industri hijau yang berkelanjutan. Menurut Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Bidang Kebijakan Lingkungan Berbasis Sains Emir M Husni, kampus harus berperan sebagai pusat inovasi teknologi ramah lingkungan, bukan hanya sebagai lembaga pembelajaran teoritis. Keterlibatan sivitas akademika dinilai penting untuk menjawab krisis ekologi melalui riset aplikatif dan pengembangan teknologi hijau.
Emir menjelaskan tiga fungsi strategis yang harus dijalankan perguruan tinggi: pencipta teknologi ramah lingkungan (technology creator), penilai kelayakan dan dampak teknologi (technology assessor), serta penyebar teknologi (technology disseminator). Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat dan sektor industri.
Penguatan peran kampus ini sejalan dengan meningkatnya tuntutan penerapan konsep green industry dalam ekonomi nasional. Industri hijau menekankan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam, meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, dan mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan.
Bagikan
Berita terkait
BSKDN Ungkap Pembangunan Daerah Makin Kompleks, Kolaborasi Jadi Kunci
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 19.49
Jepang Ciptakan Kulkas Manusia untuk Atasi Suhu Panas Ekstrem
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 21.39
80 Startup Garuda Spark Tarik Investasi Rp 429,5 M dalam 10 Bulan
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 21.20
Mahfud MD Heran Karhutla Bisa Dipadamkan dengan Tepung Singkong
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 14.00