Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Ketika Menhut Singgung KTP Asap di Tengah Isu Kebakaran Hutan

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi penyebaran kabut asap akibat kebakaran hutan yang menyebar ke Serawak, Malaysia. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan penyebaran asap dipengaruhi oleh arah angin, sehingga dapat berbalik arah ke Indonesia bila kebakaran terjadi di wilayah tetangga. Pemerintah tetap memprioritaskan pencegahan transboundary haze agar dampaknya tidak menyebar ke negara lain. Untuk penegakan hukum, Kemenhut melalui Gakkum memproses 30 kasus dugaan pidana terkait kebakaran hutan (karhutla). Raja Juli menekankan pelanggaran harus diproses pidana jika bukti mencukupi, bukan hanya sanksi administratif. Sejumlah 52 pemegang Izin Penggunaan Hutan (IPBH) juga mendapatkan peringatan dan sanksi, termasuk enam yang dikenai sanksi berat. Di sisi operasional pemadaman, Kemenhut bersama tim gabungan terus memadamkan kebakaran di Sumatra dan Kalimantan. Raja Juli menyatakan pemadaman darat lebih efektif dibandingkan water bombing, dengan kapasitas pemadaman 17,5 hektar dibandingkan 2,5 hektar. Namun, ketersediaan sumber air menjadi kendala utama. Kementerian Kesehatan juga mengirimkan lebih dari 5 juta masker dan oksigen konsentrator ke wilayah terdampak. Situasi kebakaran pada 27 Agustus 2026 mempengaruhi 10,6 juta warga di tujuh provinsi, dengan 4.082 kasus ISPA tercatat.

Berita terkait