Ketika Pagar Menjadi Pesan: Apa yang Sedang Dikomunikasikan Kota kepada Kita?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah mal di Surabaya dan Jakarta memasang pagar besi tinggi. Di Surabaya pagar mencapai sekitar 2,5 meter. Mal yang sebelumnya terbuka dengan trotoar dan pintu masuk menyatu kini dibatasi pagar untuk membatasi, melindungi, dan mengatur akses.
Fenomena ini ramai di media sosial dengan dugaan alasan keamanan hingga kekhawatiran kerusuhan dan penjarahan pada Agustus. Pengelola memberikan penjelasan berbeda per lokasi dan membantah kaitan dengan krisis ekonomi atau persiapan kerusuhan. Tidak tepat menganggap seluruh pagar sebagai tanda jaga-jaga terhadap kerusuhan.
Pesan yang diterima masyarakat tidak selalu sama dengan maksud pengelola. Stuart Hall lewat konsep encoding dan decoding menjelaskan pesan komunikator bisa diterima berbeda. Pengelola encode pagar sebagai simbol keamanan, perlindungan pengunjung, dan pengaturan akses. Masyarakat dengan konteks berita, media sosial, WhatsApp, pengalaman, dan rumor Agustus bisa membacanya sebagai perlindungan atau tanda antisipasi sesuatu.
Bagikan
Berita terkait
Pramono Yakin Jakarta Aman dan Nyaman Sepanjang Agustus Ini
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 16.21
Pemilik Jaringan Mal Lippo dan Pakuwon Sepakat Bongkar Pagar Tinggi
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 13.22
Polri soal Mal Pasang Pagar Tinggi: Jangan Bangun Narasi Mencemaskan
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 20.45
Bos Lippo Ogah Pasang Pagar Tinggi-tinggi di Mal
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 19.09