Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemilik Jaringan Mal Lippo dan Pakuwon Sepakat Bongkar Pagar Tinggi

Dua pemilik jaringan pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia, Lippo Group dan Pakuwon Group, sepakat membongkar pagar tinggi di mal. Mereka menilai kondisi keamanan nasional masih kondusif sehingga pagar tidak diperlukan. Chairman Lippo Group, James T. Riady, menyatakan seluruh mal Lippo pernah memasang pagar saat terjadi kerusuhan pada masa lalu, tetapi sudah lama dibongkar. Pemasangan pagar di sejumlah mal ditegaskan sebagai inisiatif manajemen lokal, bukan kebijakan pemilik perusahaan.

James juga menilai situasi ekonomi aman berkat kebijakan pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi, tarif listrik rumah tangga bersubsidi, dan harga LPG 3 kg. Ia menambahkan permintaan ruang usaha dari tenant saat ini justru lebih besar daripada pasokan di banyak mal. Lippo Group kini mengelola 106 pusat perbelanjaan di lebih dari 29 kota dan menguasai sekitar 25% ruang ritel modern nasional. Menurut James, tingginya permintaan ruang usaha menjadi bukti kepercayaan pelaku usaha terhadap ekonomi Indonesia.

Pendiri Pakuwon Group, Alexander Tedja, memastikan pagar di Mal Kota Kasablanka segera dibongkar karena merupakan keputusan manajemen lokal. Pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter yang sempat dipasang hampir sepekan itu telah dibongkar pada Sabtu (1/8/2026) malam dan diganti traffic cone. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya meminta pagar dibongkar karena dinilai tidak perlu. Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menjelaskan pagar bukan untuk antisipasi kerusuhan, melainkan mengatur akses pengunjung dan pengamanan di lokasi yang kerap menjadi titik aksi demonstrasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait