Ketika Tangan Kanan Presiden RI Ribut dengan Jenderal TNI Bintang 4
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada masa Orde Baru, terjadi persaingan kekuasaan antara Ali Moertopo, Asisten Pribadi Presiden dan koordinator Operasi Khusus (Opsus) sejak 1968, dengan Jenderal Soemitro, Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) sejak 1971. Kedua figur ini berada pada jalur kekuasaan yang berbeda namun sama-sama mendapat kepercayaan Presiden Soeharto. Perselisihan muncul ketika Soemitro menilai Opsus berpotensi menimbulkan tumpang tindih dengan lembaga intelijen seperti BAKIN dan Intel Kopkamtib. Di sisi lain, lingkaran Ali Moertopo menganggap Soemitro sering melebihi batas tugas formalnya dengan mengambil peran koordinasi pemerintahan sehari-hari. Ketegangan ini memuncak hingga Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan perwira tinggi pada akhir 1973 untuk menegaskan pentingnya proses suksesi yang konstitusional. Setelah insiden Malari pada 15 Januari 1974, Soemitro mengundurkan diri dari jabatannya. Presiden Soeharto kemudian melakukan penataan ulang struktur pemerintahan dan keamanan, termasuk membubarkan struktur Aspri dan mengalihkan Ali Moertopo ke BAKIN untuk menghindari konsentrasi pengaruh yang berlebihan.
Bagikan
Berita terkait
Cipasung 1994 dan Muktamar ke-35 NU: Ketika Sejarah Kembali Mengusik
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 20.02
Mahfud MD Bandingkan Korupsi Sekarang dengan Orde Baru: Dulu Jauh Lebih Bagus
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 20.33
Mahfud MD: Zaman Orde Baru yang Katanya Penuh KKN Jauh Lebih Bagus Dibandingkan Sekarang
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 10.30
Mahfud MD: Zaman Orde Baru yang Katanya Penuh KKN Jauh Loh Lebih Bagus dari Sekarang
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 10.30