Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Ketika Tangan Kanan Presiden RI Ribut dengan Jenderal TNI Bintang 4

Pada masa Orde Baru, terjadi persaingan kekuasaan antara Ali Moertopo, Asisten Pribadi Presiden dan koordinator Operasi Khusus (Opsus) sejak 1968, dengan Jenderal Soemitro, Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) sejak 1971. Kedua figur ini berada pada jalur kekuasaan yang berbeda namun sama-sama mendapat kepercayaan Presiden Soeharto. Perselisihan muncul ketika Soemitro menilai Opsus berpotensi menimbulkan tumpang tindih dengan lembaga intelijen seperti BAKIN dan Intel Kopkamtib. Di sisi lain, lingkaran Ali Moertopo menganggap Soemitro sering melebihi batas tugas formalnya dengan mengambil peran koordinasi pemerintahan sehari-hari. Ketegangan ini memuncak hingga Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan perwira tinggi pada akhir 1973 untuk menegaskan pentingnya proses suksesi yang konstitusional. Setelah insiden Malari pada 15 Januari 1974, Soemitro mengundurkan diri dari jabatannya. Presiden Soeharto kemudian melakukan penataan ulang struktur pemerintahan dan keamanan, termasuk membubarkan struktur Aspri dan mengalihkan Ali Moertopo ke BAKIN untuk menghindari konsentrasi pengaruh yang berlebihan.

Berita terkait