Ketua MPR Minta Ponpes Evaluasi Sistem untuk Hapus Kasus Kekerasan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menyoroti masih adanya kasus kekerasan di lingkungan pondok pesantren (ponpes). Ia menyampaikan hal ini saat menghadiri acara Global Islamic Holistic Education (GIES) pada Sabtu, 5 September 2026. Muzani menekankan pentingnya inovasi dan evaluasi sistem pendidikan pesantren untuk perbaikan berkelanjutan, seiring dengan berkembangnya tantangan zaman. Menurutnya, pendidikan holistik yang dikembangkan di pesantren tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga membentuk karakter manusia. Ia menilai model ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) di masa depan, baik di pesantren maupun lembaga pendidikan lain. Muzani juga menegaskan dukungannya terhadap pengembangan pendidikan holistik pesantren sebagai kekhasan Indonesia yang dapat ditawarkan kepada dunia. Ia memberikan pesan kepada para santri agar terus belajar, membaca, bertanya, mendengar, dan berdiskusi untuk menguji kebenaran pengetahuan serta melestarikan tradisi keilmuan.
Bagikan
Berita terkait
Kisah Tragis Mozza: Pacaran Sebulan, Dibunuh Kekasih karena Api Cemburu
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 16.27
Hendardi Apresiasi Kinerja Polri Kawal Demo, Desak Ormas Pelaku Kekerasan Ditindak Tegas
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 21.14
2 Prajurit TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hakim Banding Ringankan Vonis
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 20.56
Hendardi Apresiasi Polri Berhasil Mengawal Sejumlah Aksi
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 20.14