Kisah Gadis Jepang Diculik Korut dan Dipaksa Nikahi Tentara AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hitomi Soga, seorang gadis Jepang berusia 19 tahun, diculik pada Agustus di Pulau Sado bersama ibunya, Miyoshi, oleh tiga pria. Ia dibawa ke Korea Utara dan menghabiskan 24 tahun di sana. Penculikan ini merupakan bagian dari operasi rahasia pemerintah Korea Utara pada 1970-an dan 1980-an. Para korban dijadikan 'buku teks hidup' untuk mempelajari bahasa dan perilaku masyarakat Jepang agar mata-mata Korut mudah menyusup ke Jepang. Pemerintah Jepang mengidentifikasi setidaknya 17 warganya yang diculik antara 1977 dan 1983, tetapi jumlah sebenarnya diduga lebih banyak. Pada 1980, Hitomi dipaksa menikah dengan Charles Jenkins, tentara Amerika Serikat yang membelot ke Korut pada 1965. Mereka memiliki dua anak perempuan. Pada 2002, pemimpin Korut Kim Jong-il mengakui telah menculik 13 dari 17 warga Jepang. Hitomi diizinkan kembali ke Jepang, sementara suami dan anaknya tetap di Korut. Charles kemudian menjalani hukuman 25 hari atas desersi dan membantu musuh, lalu keluarga itu pindah permanen ke Pulau Sado pada 2004. Charles meninggal pada 2017. Hitomi kini terus berkampanye untuk membawa pulang korban penculikan, terutama ibunya yang nasibnya tidak pernah dikonfirmasi Korut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.05
Breaking: Kim Jong Un Ngamuk, Korut Tembak Rudal ke Laut Jepang
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 08.05
Kim Jong Un Ngamuk! Korea Utara Tiba-Tiba Murka ke Jepang
Berita terkait
Korut Panas, Adik Perempuan Kim Jong Un Ancam Jepang
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 21.30
Jepang Uji Coba Tomahawk, Adik Perempuan Kim Jong-un: Kita Harus Buat Mereka Menyesal
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 15.30
Jepang Perkuat Militernya, Adik Kim Jong Un Murka!
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 11.49
Rentetan Gempa di Ring of Fire Dalam 2 Bulan: Kolombia, Jepang, hingga RI
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 14.44