Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Korut Kecam Rencana Latihan Militer AS-Jepang-Korsel Sebagai Spionase Udara

Korea Utara (Korut) mengecam keras rencana latihan militer trilateral yang dijadwalkan digelar oleh Amerika Serikait (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang pada 7-11 September 2025 di perairan timur dan selatan Pulau Jeju. Dalam pernyataan resminya, Korut menyebut latihan bernama 'Freedom Edge' ini sebagai bentuk spionase udara serta ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan negaranya. Reaksi ini muncul setelah Departemen Luar Negeri AS menegaskan kembali komitmennya terhadap 'denuklirisasi penuh' Korut, yang dinilai sebagai kebijakan bermusuhan yang tidak berubah.

Kementerian Luar Negeri Korut juga menyatakan bahwa AS secara terbuka menunjukkan niat bermusuhan dengan menuduhnya atas pelanggaran hak asasi manusia, serta menciptakan ketidakstabilan internal. Korut menegaskan bahwa senjata nuklirnya berfungsi sebagai jaminan mutlak untuk mempertahankan kedaulatan negara, dan menilai bahwa kebijakan AS yang terus-menerus terhadap Korut semakin berbahaya.

Sehari sebelumnya, Korut juga mengumumkan pergantian Menteri Pertahanan, dengan Kim Song Gi, direktur Biro Politik Umum Tentara Rakyat Korea, menggantikan No Kwang Chol. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari respons terhadap ketegangan militer yang terus berkembang di kawasan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait