Korut Kecam Rencana Latihan Militer AS-Jepang-Korsel Sebagai Spionase Udara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Korea Utara (Korut) mengecam keras rencana latihan militer trilateral yang dijadwalkan digelar oleh Amerika Serikait (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang pada 7-11 September 2025 di perairan timur dan selatan Pulau Jeju. Dalam pernyataan resminya, Korut menyebut latihan bernama 'Freedom Edge' ini sebagai bentuk spionase udara serta ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan negaranya. Reaksi ini muncul setelah Departemen Luar Negeri AS menegaskan kembali komitmennya terhadap 'denuklirisasi penuh' Korut, yang dinilai sebagai kebijakan bermusuhan yang tidak berubah.
Kementerian Luar Negeri Korut juga menyatakan bahwa AS secara terbuka menunjukkan niat bermusuhan dengan menuduhnya atas pelanggaran hak asasi manusia, serta menciptakan ketidakstabilan internal. Korut menegaskan bahwa senjata nuklirnya berfungsi sebagai jaminan mutlak untuk mempertahankan kedaulatan negara, dan menilai bahwa kebijakan AS yang terus-menerus terhadap Korut semakin berbahaya.
Sehari sebelumnya, Korut juga mengumumkan pergantian Menteri Pertahanan, dengan Kim Song Gi, direktur Biro Politik Umum Tentara Rakyat Korea, menggantikan No Kwang Chol. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari respons terhadap ketegangan militer yang terus berkembang di kawasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 16.15
Tolak Denuklirisasi, Korut Bersumpah Genjot Kekuatan Nuklir!
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 19.45
Kim Jong Un Tunjuk Menteri Pertahanan Baru Korut, Ini Sosoknya
Berita terkait
Gugus Tempur Kapal Induk USS George Washington Tiba di Timur Tengah
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 08.00
US CENTCOM Luncurkan Gugus Tugas Drone Multinasional Pertama
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 12.00
Korut Panas, Adik Perempuan Kim Jong Un Ancam Jepang
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 21.30
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 17.39