Kisah Guru SD Terpencil di Sulteng Bikin 'MBG' Mandiri untuk Puluhan Muridnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Riska Andriani, seorang guru SD di Desa Tibu, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berhasil menggalang dana melalui media sosial untuk program 'MBG Mandiri' yang ditujukan bagi sekitar 40 anak didik di sekolah tempat ia mengajar. Inisiatif ini muncul setelah seorang netizen bertanya apakah sekolah tersebut mendapatkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah. Riska yang jujur menjawab 'tidak', kemudian menerima banyak tawaran donasi dari warganet. Dana yang terkumpir digunakan untuk membeli bahan makanan dan dimasak di 'Dapur Darurat' di sekolah, lalu dibagikan kepada murid secara bergilir ketika dana sudah cukup. Makanan tidak diberikan setiap hari, melainkan hanya saat dana tersedia.
Sekolah tempat Riska mengajar berada di kawasan puncak gunung dengan akses jalan yang sangat sulit. Ia harus berjalan kaki atau naik ojek motor untuk mencapai sekolah, terutama saat hujan yang membuat jalan berubah menjadi lumpur. Medan yang sulit ini tidak menghalangi tekadnya untuk mendidik anak-anak yang kebanyakan hidup dalam kondisi miskin dan pindah-pindah di kebun warga.
Akibat aksi dan perjuangannya, pemerintah mulai memberikan perhatian. Jalan ke sekolah mulai diratakan, dan bangunan sekolah lama akan direvitalisasi. Inisiatif mandiri Riska ini tidak hanya memberi makan anak-anak, tetapi juga menarik perhatian pemerintah untuk meningkatkan fasilitas sekolah.
Bagikan
Berita terkait
Aksi Kemanusiaan di Tengah Demo, Warga Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 16.24
HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, 14 Lembaga Kemanusiaan Bawa Bantuan untuk Warga Palestina
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.15
Wujudkan Solidaritas Kemerdekaan, Donasi Warga untuk NTT Capai Rp2,16 Miliar
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 10.00
Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kemanusiaan Jenderal Sigit
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 06.41