Kisah Para Penjaga Ciremai: Merawat Rimba, Menembus Medan Terjal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Jawa Barat melahap lahan di tiga blok konservasi (Cileutik, Cimaung, Manguntapa) sejak Senin, 7 September 2026. Para relawan MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning bersama TNI, Polri, dan warga memprotesi dengan cepat meski menghadapi medan terjal dan batu tajam. Kebakaran ditemukan pukul 14.00 WIB, pemadaman dilakukan kolaboratif dengan dukungan BPBD Kabupaten Kuningan. Rimba Ciremai menjadi bagian penting ekosistem lokal, terutama setelah statusnya berubah menjadi TNGC pada 2004 yang awalnya mengganggu hubungan masyarakat. Melalui program kemitraan konservasi dan zona tradisional, warga kini dilibatkan dalam pelestarian sekaligus manfaat HHBK seperti kopi dan getah. Saat ini terdapat 1.076 relawan MPA yang tersebar di 28 desa, fokus pada perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan. Pengawetan dilakukan melalui pembibitan pohon endemik seperti kihujan dan kijamuju, serta tanaman produktif seperti nangka dan petai. Dengan luas 15.000 hektar, 35 persen area TNGC berisiko kebakaran, sehingga patroli rutin menjadi strategi utama mencegah titik api serta pembalakan liar.
Bagikan
Berita terkait
Babinsa Korem 051 Wijayakarta Ikut Bantu Padamkan Kebakaran di Depok
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 06.46
Karhutla Meluas, Korporasi dan Negara Didesak Bertanggung Jawab
Jaring.id · 9 September 2026 pukul 22.19
Kebakaran Kawah Ijen Mereda, Helikopter Masih Sisir Gunung Papak
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 21.45
Lahan Terbakar di Kaltara Capai 2.639 Hektare, Bulungan Jadi Wilayah Terparah
VOI · 9 September 2026 pukul 21.45