Kisah Para Sopir Bajaj di Gambir: Dari Ditipu Penumpang hingga Asuh Anak Yatim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di Stasiun Gambir, Jakarta, para sopir bajaj seperti Suratno (54 tahun) dan Yusuf (41 tahun) mengalami penurunan pendapatan akibat penurunan penumpang pasca-pandemi dan persaingan dengan ojek online. Suratno hanya dapat Rp30 ribu per hari, harus membayar setoran Rp70 ribu ke pemilik bajaj, bahkan pernah tidak pulang selama seminggu. Yusuf, yang pernah memiliki empat bajaj, kini menarik kendaraan orang lain dengan setoran Rp50-60 ribu/hari, malah pernah jadi pemulung untuk membiayai empat yatim dan dua anak kandungnya. Kedua sopir tetap berusaha demi tanggung jawab keluarga, mengandalkan keyakinan dan doa untuk kemajuan.
Bagikan
Berita terkait
Jurnalis Terdampak Pandemi, Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Pisang
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 10.16
Harap Cemas Duri Sanlina, Berburu Kerja di Usia 39
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 16.57
Antrean IGD RSUD Bandung Kiwari Membludak, Begini Respons Wali Kota Farhan
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 14.04
Antrean IGD RSUD Bandung Kiwari Membeludak, Begini Respons Wali Kota Farhan
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 13.55