Kolaborasi KDMP-Kampung Industri Dinilai Mampu Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kolaborasi antara Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Industri milik Asprindo dinilai mampu menjadikan desa tidak sekadar pasar barang dari luar, tetapi juga memiliki kemampuan memproduksi, mengolah, mengemas, dan menjual hasil terbaiknya sendiri. Jika terwujud, masyarakat desa diyakini akan lebih sejahtera.
Ketua Departemen Pertanian dan Agrobisnis DPP Asprindo, Abdullah Rasyid, menilai program KDMP membawa harapan besar bagi penguatan ekonomi desa. Koperasi dapat memperpendek rantai distribusi, memperluas akses pembiayaan, membuka pasar, dan memperkuat posisi tawar petani, nelayan, peternak, perajin, serta pelaku usaha mikro. Ia menegaskan keberhasilan tidak diukur dari sarana fisik seperti kantor, gudang, gerai, atau kendaraan operasional. Yang terpenting adalah KDMP mampu membuat desa mengolah kekayaan ekonominya sendiri.
Menurut Rasyid, program Kampung Industri memiliki titik temu yang kuat dengan KDMP dan dapat dirangkai dalam satu desain pembangunan ekonomi daerah. KDMP menyediakan kelembagaan ekonomi yang dekat dengan masyarakat, sedangkan Kampung Industri membangun ekosistem produksi berbasis potensi unggulan wilayah. Indonesia dinilai tidak kekurangan komoditas, mulai dari kopi, kelapa, ikan, hingga kerajinan. Namun, sebagian besar kekayaan itu masih keluar desa sebagai bahan mentah atau produk dengan pengolahan rendah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 14.00
KDMP dan Kampung Industri Dinilai Jadi Kunci Hilirisasi Ekonomi Desa
Berita terkait
Prabowo Kejar Target 30.000 KDMP hingga Akhir 2026
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 11.40
Menko Zulhas Janji Kopdes Merah Putih di Gunung akan Ditertibkan
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 22.01
Pemerintah Targetkan 35 Ribu KDMP Selesai Akhir Agustus, September Beroperasi
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.22
Ketua MPR Puji MBG dan Kopdes di Sidang Tahunan
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 09.44