Kolombia Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan yang Dijajah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Kolombia secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, wilayah Suriah yang telah berada di bawah pendudukan militer Israel sejak 1967. Pengakuan ini disampaikan dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026. Menurut pernyataan tersebut, pengakuan dilakukan karena Israel memiliki hak untuk mempertahankan keamanannya dari ancaman eksternal, dan kendali atas Dataran Tinggi Golan dianggap sebagai komponen penting bagi pertahanan nasional Israel, terutama menyusul meningkatnya tantangan keamanan di kawasan. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella dan Menteri Luar Negeri Kolombia Omar Bula Escobar atas perubahan kebijakan ini, dan menyebut langkah tersebut sebagai 'keputusan bersejarah'. Langkah diplomatik ini terjadi pada konteks Israel yang memperluas kehadiran militernya di Suriah setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024. Pengakuan Kolombia menandai perubahan signifikan dalam hubungan diplomatik Latin Amerika dengan Konfliktim Palestina-Israel, dan dapat memengaruhi dinamika regional serta peran organisasi internasional dalam menyelesaikan sengketa wilayah ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 11.38
Menhan Israel Bersumpah Pasukan Akan Tetap Berada di Lebanon-Suriah-Gaza
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 19.10
Semua Tegang, Awas Rusia Ngamuk ke Israel
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 12.22
Kolombia Akui Klaim Israel Atas Dataran Tinggi Golan, Arab Saudi Marah!
Berita terkait
AS dan Israel Sepakat Pindahkan Material Nuklir dari Lokasi Rahasia di Suriah
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 11.29
Kolombia Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan, Arab Saudi Marah Besar!
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 02.20
IAEA Bakal Angkut Material Nuklir dari 'Situs 99' Suriah, Ada Peran AS dan Israel
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 12.57
Negara-negara Arab Marah dan Pertanyakan Jaminan Keamanan AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 16.29