Komisi V Minta Mitigasi Titik Rawan Tsunami-Tanah Retak usai Gempa 7,7 M di NTT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu 15 Agustus pukul 04.58 WIB. Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda, meminta BMKG dan Basarnas untuk selalu menginformasikan kondisi terkini agar masyarakat terdampak tidak kebingungan dan dapat menyiapkan antisipasi yang diperlukan. Berdasarkan penjelasan BMKG, gempa ini disebabkan oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores, dengan magnitudo yang melebihi gempa serupa tahun 1992 sebesar 7,5. Episenter gempa terletak di laut pada jarak 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Syaiful Huda juga menekankan pentingnya Basarnas mengerahkan seluruh upaya pertolongan dan mitigasi di titik-titik berpotensi rawan, seperti tsunami, longsor, dan tanah retak, serta menerjunkan personil dan alat SAR secara optimal. Selain itu, pemerintah diharapkan mengerahkan alat SAR dari wilayah terdekat untuk menangani korban dan wilayah terdampak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 02.12
Beruntun Gempa Susulan di Ruteng NTT Tengah Malam, Terkuat M 5,0
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 11.15
Gempa Kuat Guncang NTT hingga Sumut dalam Sehari, Begini Penjelasan BMKG
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 09.30
Ruteng NTT Diguncang 10 Kali Gempa dalam 20 Menit Pagi Ini
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 07.15
Gempa M7,7 Flores Picu 235 Gempa Susulan, BMKG: Butuh 3 Minggu untuk Stabil
Berita terkait
BMKG Catat 1.598 Gempa Susulan di NTT, Terbesar Magnitudo 6,2
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 19.20
Gempa Susulan di Flores, Warga Manggarai Barat NTT Pilih Tetap Mengungsi
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.09
BMKG Catat 1.598 Gempa Susulan di NTT, Terbesar Magnitudo 6,2
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 11.05
Penjelasan Lengkap BMKG Terkait Gempa M 7 di NTT
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.49