Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Komisi V Minta Mitigasi Titik Rawan Tsunami-Tanah Retak usai Gempa 7,7 M di NTT

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu 15 Agustus pukul 04.58 WIB. Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda, meminta BMKG dan Basarnas untuk selalu menginformasikan kondisi terkini agar masyarakat terdampak tidak kebingungan dan dapat menyiapkan antisipasi yang diperlukan. Berdasarkan penjelasan BMKG, gempa ini disebabkan oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores, dengan magnitudo yang melebihi gempa serupa tahun 1992 sebesar 7,5. Episenter gempa terletak di laut pada jarak 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Syaiful Huda juga menekankan pentingnya Basarnas mengerahkan seluruh upaya pertolongan dan mitigasi di titik-titik berpotensi rawan, seperti tsunami, longsor, dan tanah retak, serta menerjunkan personil dan alat SAR secara optimal. Selain itu, pemerintah diharapkan mengerahkan alat SAR dari wilayah terdekat untuk menangani korban dan wilayah terdampak.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait