Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Komunikasi Digital dan Sacredness of Life: Ketika Martabat Manusia Terabaikan

Artikel ini membahas konsep Sacredness of Life dari Profesor Clifford G. Christians, dosen University of Illinois, sebagai nilai moral universal yang menjadi fondasi komunikasi etis. Nilai ini menegaskan bahwa setiap kehidupan manusia memiliki martabat yang layak dihormati, terlepas dari perbedaan budaya, agama, atau sistem politik. Namun di era media sosial, prinsip ini semakin sering diuji karena budaya berkomentar spontan kerap mengabaikan martabat manusia. Contohnya adalah kasus seorang perempuan lanjut usia yang berjualan lewat siaran langsung dan menerima komentar menghina seperti "Nenek kapan mati?". Komentar tersebut bukan sekadar tidak sopan, melainkan melanggar prinsip etika fundamental karena menyerang keberadaan orang sebagai manusia, bukan membahas produk atau kualitas siaran. Pandangan serupa disampaikan Richard L. Johannesen dari Northern Illinois University, yang menyatakan komunikasi etis seharusnya mendukung kemampuan individu untuk berpikir, berargumen, dan membuat pilihan secara bebas dan bertanggung jawab. Artikel ini menekankan bahwa setiap kata dalam komunikasi membawa konsekuensi moral karena selalu ditujukan kepada sesama manusia yang memiliki martabat.", "tags": ["etika komunikasi", "media sosial", "martabat manusia", "sacredness of life", "komentar hinaan"]

Berita terkait