Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Dibakar Bos di Bali Sebelum Meninggal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

I Gede Selamet (21), sopir truk di Bali, meninggal setelah dibakar hidup-hidup oleh bosnya, I Putu Cahyadi Putra (37). Ia mengalami luka bakar sekitar 68 persen dari total tubuh dan trauma inhalasi akibat menghirup uap panas saat kejadian. Kondisi ini menyebabkan kerusakan luas pada paru-paru dan saluran napasnya.
Kepala ICU RSUP Prof IGNG Ngoerah, dr. Putu Kurniyanta, menyatakan bahwa kondisi Selamet sejak awal dirujuk sudah termasuk kritis. Luka bakar yang meluas di wajah, leher, dada, punggung, tangan, dan kaki, ditambah trauma inhalasi, membuat jalan napas melebar dan menyempit. Tim medis telah memaksimalkan penggunaan ventilator untuk membantu pernapasan, namun upaya tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Trauma inhalasi terjadi ketika uap panas masuk ke saluran pernapasan, melukai jaringan paru-paru dan menyulitkan pernapasan. Kombinasi luka bakar luas dan kerusakan paru-paru ini membuat kondisi Selamet tidak stabil hingga akhirnya meninggal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 25 September 2026 pukul 16.42
Sopir di Bali yang Dibakar Bosnya Meninggal, Dokter: Paru-parunya Luka Parah
Berita terkait
Seminggu Kritis, Sopir Truk Bali yang Dibakar Bosnya Meninggal Dunia
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 10.51
Dapur Mal di Jambi Meledak, 6 Orang Terluka Diduga akibat Tabung Gas
kumparan · 23 September 2026 pukul 09.40
Rumah & Warung di Denpasar Ludes Terbakar, Satu Orang Terluka, Korban Rugi Besar
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 20.36
Bos Pembakar Sopir Truk Hidup-Hidup di Karangasem Jadi Tersangka
kumparan · 22 September 2026 pukul 18.43