Korea Selatan Berharap KTT Donald Trump-Kim Jong-un Bisa Dorong Perdamaian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Korea Selatan berharap agar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dapat mengadakan pertemuan kembali. Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyatakan bahwa jika pertemuan itu terwujud, hal tersebut diharapkan dapat berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea, serta mendorong rekonsiliasi dan kerja sama antara kedua Korea. Pernyataan ini muncul setelah Trump mengungkapkan bahwa Kim telah menanggapi ajakannya untuk berdialog.
Sehari sebelumnya, Trump telah memerintahkan pengurangan besar-besaran terhadap latihan militer gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat, yang dipandang sebagai langkah rekonsiliatif terhadap Pyongyang. Ketika ditanya tentang komunikasinya dengan Kim, Trump menyebutnya "sangat positif" tanpa memberikan rincian tambahan.
Terkait kemungkinan dimulainya kembali dialog, Kementerian Unifikasi Korea Selatan menegaskan bahwa Korea Selatan siap berperan sebagai pacemaker atau pihak yang membantu memfasilitasi proses tersebut. Peran itu dapat dijalankan melalui berbagai cara, termasuk mengirim utusan perdamaian. Kementerian juga akan terus berkonsultasi dengan lembaga pemerintah terkait untuk mengembangkan rencana lebih lanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 16.11
Korea Utara Tembakkan Proyektil Diduga Rudal Balistik
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 12.18
Jauh di Atas Klaim Trump, Korsel Ungkap Korut Punya 120 Senjata Nuklir
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 10.47
Pangkas Latihan Militer, Aliansi AS dengan Sekutu Asia Diuji
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.40
Trump Mulai Selingkuh ke Kim Jong Un, Korsel Siapkan Skenario Terburuk
Berita terkait
Trump Sebut Kim Jong Un Sudah Merespons Ajakan Berunding
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 14.00
Korut Tembakkan Rudal, AS dan Korsel Langsung Siaga Penuh
CNBC Indonesia · 13 September 2026 pukul 11.00
Kim Jong-un Tembakkan 10 Rudal, Tak Peduli Trump Pangkas Latihan Perang AS-Korsel
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 08.36
Lebih Banyak dari Trump, Korsel Perkirakan Korut Miliki 80-120 Senjata Nuklir
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 05.00