Korea Selatan Bertekad Akhiri Konflik dengan Korea Utara, Bangun Perdamaian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Sabtu menyatakan komitmen pemerintah untuk menghentikan konflik dengan Korea Utara dan mengakhiri gencatan senjata guna membangun perdamaian. Lee menyerukan kedua belah pihak untuk berhenti saling mengancam dan memulai dialog, termasuk pembahasan penghentian pengembangan senjata nuklir Korea Utara. Pemerintah Korsel berkomitmen aktif dalam proses perdamaian di Semenanjung Korea, yang diharapkan dapat meningkatkan stabilitas di Asia Timur Laut serta mendorong perdamaian bebas nuklir.
Sementara itu, Korea Utara tetap menolak denuklirisasi. Pada September 2025, Kim Jong Un menyatakan bahwa upaya denuklirisasi sudah 'berakhir' dan tidak akan menyerahkan senjata nuklir. Pemerintah Korut telah memasukkan kekuatan militer nuklir sebagai hak tak tergugat dalam konstitusi sejak 2023, menggantikan kebijakan nuklir sebelumnya yang disahkan pada 2022.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 16.08
Trump Kurangi Latihan Militer dengan Korsel, AS Takut dengan Ancaman Korut?
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 13.38
Trump Pangkas Latihan Militer AS dan Korsel Demi Korut
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 14.00
Asia Memanas! Tentara Korut Tembus Perbatasan-Korsel Lepaskan Tembakan
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 08.06
Desakan Korsel Ajak Korut Dialog untuk Akhiri Perang Korea
Berita terkait
Trump 'Selingkuhi' Korsel Demi Kim Jong Un, Beri Pesan Menohok Ini
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 07.10
Presiden Korsel Desak Dialog dengan Korut untuk Resmi Akhiri Perang Korea
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 14.19
Korut Ngamuk, AS dan Korsel Latihan Militer Besar-besaran
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.10
Korsel angkat perjuangan kemerdekaan Korea-RI melalui pameran foto
ANTARA News · 12 Agustus 2026 pukul 17.50