Trump Pangkas Latihan Militer AS dan Korsel Demi Korut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump memerintahkan Pentagon untuk mengurangi secara signifikan latihan militer gabungan Ulchi Freedom Shield bersama Korea Selatan yang dijadwalkan pada 17-27 Agustus 2026. Trump menilai latihan tahunan tersebut terlalu mahal dan mengirimkan sinyal permusuhan kepada Korea Utara, yang menurutnya bersikap tidak mengancam. Keputusan ini juga dipengaruhi oleh penolakan Korea Selatan untuk membantu AS dalam upaya denuklirisasi Iran.
Latihan yang melibatkan 18.000 tentara Korea Selatan ini seharusnya fokus pada penanganan drone, gangguan GPS, dan serangan siber sebagai respons atas kemampuan militer Korea Utara. Meskipun Korea Utara baru saja menembakkan rudal balistik dan membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina, Trump mengklaim memiliki hubungan baik dengan Kim Jong Un. Hingga kini, mekanisme pelaksanaan pengurangan latihan tersebut belum jelas karena jadwal sudah ditetapkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.40
Trump Mulai Selingkuh ke Kim Jong Un, Korsel Siapkan Skenario Terburuk
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 18.15
Korea Selatan Berharap KTT Donald Trump-Kim Jong-un Bisa Dorong Perdamaian
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 14.00
Trump Sebut Kim Jong Un Sudah Merespons Ajakan Berunding
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.30
Donald Trump Menyukai Gagasan Menjadikan Selat Hormuz Wilayah AS
Berita terkait
Adik Kim Jong Un Blak-blakan Bicara Nuklir, Tantang Dunia-Sebut Bodoh
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.00
Korut Tembakkan Rudal, AS dan Korsel Langsung Siaga Penuh
CNBC Indonesia · 13 September 2026 pukul 11.00
Lebih Banyak dari Trump, Korsel Perkirakan Korut Miliki 80-120 Senjata Nuklir
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 05.00
Temuan Korsel Bikin Klaim Trump soal Nuklir Korut Meleset
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 22.32