Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Koster Dorong Kemajuan AI Berjalan Beriringan dengan Budaya Bali

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) harus berjalan beriringan dengan kecerdasan manusia dan kecerdasan budaya. Ia menekankan pemanfaatan teknologi tidak boleh menghilangkan nilai, identitas, tradisi, serta keharmonisan hubungan manusia dengan alam. Koster menyatakan bahwa AI harus menjadi instrumen untuk memperkuat kecerdasan manusia dan budaya, bukan menggantikannya. Prinsip ini dihadapkan dalam konteks pengembangan lingkungan binaan Bali yang menghadapi perkembangan teknologi, perubahan iklim, dan tantangan pembangunan masa depan. Pengembangan Bali tetap berpijak pada karakter dan jati diri Bali, sebagaimana ditetapkan dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025-2125. Nilai Sad Kerthi juga ditempatkan sebagai landasan etos dan ekologis dalam pengembangan lingkungan binaan. Koster mendorong perguruan tinggi dan peneliti untuk menggali pengetahuan lokal Bali, termasuk Arsitektur Tradisional Bali dan Subak, melalui riset, inovasi, dan pemanfaatan teknologi. Modernisasi berbasis kebudayaan bukan kembali ke masa lalu, tetapi membawa nilai-nilai terbaik masa lalu untuk menjawab tantangan masa depan. Koster meminta agar riset tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus diterjemahkan menjadi solusi konkret berupa prototipe, desain, standar, kebijakan, teknologi, hingga model pembangunan yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, arsitek, perencana, dunia usaha, desa adat, masyarakat, dan generasi muda diarahkan untuk membangun ekosistem inovasi lingkungan binaan yang tangguh, adaptif terhadap perubahan iklim, hijau, rendah karbon, dan berkelanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait