KPPPA: Kepemimpinan ASN perempuan harus ditopang kemampuan komunikasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menekankan kemampuan komunikasi sebagai kompetensi utama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan, terutama di jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT). Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Politik dan Hukum Kementerian PPPA, Iip Ilham Firman, menyatakan semakin tinggi jabatan, semakin besar tuntutan kualitas komunikasi. Hal ini disampaikan dalam acara Gender Mainstreaming for Women Leaders Academy 2026 di Jakarta, Jumat.
KPPPA menilai kepemimpinan perempuan di birokrasi bukan sekadar simbol keterwakilan, melainkan faktor penting untuk menghadirkan kebijakan publik yang inklusif, responsif gender, dan berpihak pada masyarakat. Untuk itu, ASN perempuan perlu dibekali kompetensi memadai. Pada hari ketiga pelatihan, Kementerian PPPA menghadirkan motivator Merry Riana, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, untuk memberikan materi Upgrade Communication Skill.
Iip menegaskan ketidakmampuan berkomunikasi dapat memengaruhi hubungan kerja internal maupun eksternal. Merry Riana membagikan strategi praktis agar ASN perempuan lebih percaya diri, mampu menyampaikan gagasan efektif, dan siap menghadapi tantangan birokrasi. Ia juga mengingatkan bahwa banyak blunder terjadi akibat salah komunikasi, namun selalu ada ruang untuk memperbaiki kemampuan tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Rekam jejak Danny Setiawan, pejabat karier pertama jadi Gubernur Jabar
ANTARA News · 19 September 2026 pukul 10.48
Prabowo: URI Akan Bawahi LAN hingga Akademi Gubernur-Bupati
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 10.01
Mencari Pemimpin Birokrasi 2035 di Tengah Hilangnya Tangga Karier ASN
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 11.18
LAN RI Tekankan Pentingnya Pemimpin Birokrasi Kompeten
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 07.19