Mencari Pemimpin Birokrasi 2035 di Tengah Hilangnya Tangga Karier ASN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini membahas tantangan pembangunan kepemimpinan birokrasi Indonesia ke depan, khususnya pada tahun 2035. Reformasi birokrasi yang menyederhanakan struktur karier ASN (delayering) dianggap berpotensi mengurangi jenjang pembelajaran manajerial. Sistem karier sebelumnya mencakup pelaksana, pengawas, administrator, hingga Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), yang masing-masing menyediakan pengalaman kepemimpinan bertahap. Setelah reformasi, pola karier berubah, memicu kekhawatiran akan kesetaraan akses pengalaman kepemimpinan. Penulis menekankan pentingnya 'leadership pipeline' sebagai proses kaderisasi jangka panjang, bukan sekadar seleksi saat jabatan kosong. Hal ini menjadi isu keadilan dalam sistem meritokrasi ASN.
Bagikan
Berita terkait
LAN RI Tekankan Pentingnya Pemimpin Birokrasi Kompeten
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 07.19
Menteri PANRB soal Ancaman AI: Hanya Mempercepat, Tak Bisa Gantikan ASN
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 06.14
Kata Mereka tentang Potensi ASN Digantikan AI
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 05.31
BKN Apresiasi Gubernur Sulsel Jadikan Manajemen Talenta ASN Rujukan Nasional
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 17.33